Memuat...

JK: Indonesia Harus Tegas Sikapi Konflik Iran, Tidak Cukup Hanya Netral

Ameera
Sabtu, 7 Maret 2026 / 18 Ramadan 1447 19:21
JK: Indonesia Harus Tegas Sikapi Konflik Iran, Tidak Cukup Hanya Netral
JK: Indonesia Harus Tegas Sikapi Konflik Iran, Tidak Cukup Hanya Netral

JAKARTA (Arrahmah.id) - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menilai Indonesia perlu memiliki sikap tegas dalam menyikapi konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, JK mengatakan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seharusnya menunjukkan sikap yang jelas dalam merespons konflik yang melibatkan negara-negara Islam.

Menurutnya, Indonesia tidak seharusnya bersikap netral tanpa menunjukkan keberpihakan, terutama ketika ada negara yang menjadi korban serangan.

“Sebagai negara yang diserang dan teraniaya, Indonesia harus punya sikap. Logikanya kita harus berpihak kepada negara yang diserang,” kata JK.

Ia menilai sikap tegas tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia dan dunia Islam.

JK menambahkan, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia membuat harapan terhadap peran Indonesia dalam merespons konflik internasional, khususnya yang melibatkan negara-negara Islam, menjadi semakin besar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui forum internasional.

Menurut JK, berbagai persoalan global seharusnya dapat dibahas dan dicari solusinya melalui forum perdamaian internasional, seperti yang berada di bawah naungan United Nations.

“Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Ia menyampaikan pandangannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kawasan Jakarta, Jumat.

(ameera/arrahmah.id)