TEHERAN (Arrahmah.id) - Memasuki hari ketujuh agresi militer Amerika Serikat dan 'Israel', situasi di Iran semakin kritis dengan gelombang ledakan baru yang mengguncang ibu kota Teheran pada Sabtu (7/3/2026) tengah malam. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menyerang lebih dari 3.000 target di seluruh Iran dalam sepekan terakhir, sementara Teheran melaporkan jatuhnya ribuan korban sipil akibat serangan udara tersebut.
Daftar target yang dihantam militer AS mencakup pusat komando dan kendali, sistem pertahanan udara, situs peluncuran rudal, serta kekuatan maritim Iran. CENTCOM mengonfirmasi bahwa sejauh ini 43 kapal perang dan kapal selam Iran telah menjadi sasaran, dengan sebagian besar hancur total atau mengalami kerusakan berat.
Data yang dirilis oleh otoritas Iran dan PBB menunjukkan sisi gelap dari operasi militer ini. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan sedikitnya 1.332 warga sipil tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, melaporkan sekitar 180 anak tewas. Tragedi paling memilukan terjadi pada 28 Februari lalu, di mana 168 siswi tewas dalam serangan tunggal terhadap sebuah sekolah dasar. Rekaman CCTV juga mendokumentasikan serangan terhadap sekolah anak laki-laki di Qazvin.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, merinci kerusakan yang meliputi 390 unit rumah, 528 pusat komersial, dan 13 fasilitas medis yang hancur akibat pengeboman selama tujuh hari terakhir.
Militer 'Israel' mengeklaim telah menyerang lebih dari 400 target pada Jumat saja, dengan fokus pada gudang drone dan platform rudal balistik di Iran Barat. Laporan Reuters menyebutkan bahwa serangan 'Israel' di wilayah Barat bertujuan untuk membuka jalan bagi kelompok oposisi Kurdi Iran guna menguasai kota-kota perbatasan.
Saluran berita CNBC melaporkan bahwa Presiden Donald Trump secara tertutup telah menyatakan ketertarikan serius untuk mengerahkan pasukan darat Amerika ke dalam wilayah Iran, sebuah langkah yang diyakini akan mengubah peta konflik secara total.
Selain Teheran, ledakan hebat dilaporkan terjadi di Ahvaz, Pelabuhan Lengeh, dan kota Saqqez yang berdekatan dengan perbatasan Irak. Di Isfahan, pejabat setempat melaporkan 8 orang tewas dan 80 unit rumah rusak dalam serangan terbaru pada Jumat (6/3). (zarahamala/arrahmah.id)
