RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat tiga rudal balistik yang mengarah ke pangkalan udara Prince Sultan di wilayah Al-Kharj, dekat ibu kota Riyadh. Rudal-rudal tersebut dihancurkan oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan, seperti dilansir Saudi Gazette (6/3/2026), sistem pertahanan udara kerajaan mendeteksi dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan menuju Prince Sultan Air Base pada Jumat (6/3) dini hari. Juru bicara kementerian, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan rudal-rudal tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai pangkalan udara tersebut.
Selain tiga rudal balistik, pertahanan udara Saudi juga dilaporkan menembak jatuh dua drone yang terdeteksi di wilayah Provinsi Timur dan di timur Al-Kharj. Serangan udara itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta sekutu Amerika Serikat dan 'Israel'.
Beberapa laporan media internasional menyebutkan pangkalan udara Prince Sultan merupakan fasilitas militer strategis yang juga menampung personel militer Amerika Serikat. Karena itu, serangan terhadap pangkalan tersebut dinilai sebagai bagian dari meluasnya konflik regional yang terjadi sejak serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.
Media TRT World melaporkan pada 6 Maret 2026 bahwa pencegatan rudal tersebut menandai meningkatnya dampak konflik di kawasan Teluk, dengan sejumlah negara Timur Tengah menghadapi serangan rudal dan drone dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, laporan berbagai media internasional juga menyebut sistem pertahanan udara Saudi dalam beberapa hari terakhir berkali-kali menembak jatuh rudal, drone, dan misil jelajah yang mengarah ke wilayah kerajaan, termasuk serangan yang menargetkan fasilitas energi dan pangkalan militer.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah Iran meluncurkan sejumlah serangan balasan ke berbagai target di negara-negara Teluk menyusul operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. (hanoum/arrahmah.id)
