Memuat...

Jenderal Chechnya Siap Turun Perang Bela Iran

Hanoum
Sabtu, 7 Maret 2026 / 18 Ramadan 1447 07:32
Jenderal Chechnya Siap Turun Perang Bela Iran
Letnan Jenderal Apti Alaudinov. [foto: Yonhap News]

GROZNY (Arrahmah.id) -- Seorang jenderal pasukan khusus Chechnya menyatakan kesiapannya untuk ikut berperang membantu Iran melawan Amerika Serikat dan 'Israel' di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Pernyataan tersebut memicu perhatian karena menunjukkan potensi keterlibatan aktor militer dari Rusia dalam konflik yang sedang memanas di kawasan tersebut.

Komandan pasukan khusus “Akhmat” Chechnya, Letnan Jenderal Apti Alaudinov, mengatakan dirinya siap berangkat ke Iran jika mendapat perintah dari pimpinan Rusia. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menilai Iran saat ini menghadapi situasi sulit akibat tekanan militer dari Amerika Serikat dan 'Israel'.

“Kita harus memberikan Iran semua yang bisa kita berikan dan mendukungnya dengan segala cara,” kata Alaudinov, seperti dikutip OC Media (6/3/2026).

Alaudinov bahkan menyatakan kesediaannya untuk segera terlibat langsung dalam pertempuran. Ia mengatakan siap berangkat bahkan hari ini jika pemerintah Rusia memutuskan membantu Iran menghadapi kemungkinan serangan darat dari Amerika Serikat dan sekutunya. Pernyataan tersebut juga disampaikan melalui kanal Telegram pribadinya dan kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional pada awal Maret 2026.

Komentar jenderal Chechnya itu muncul di tengah eskalasi konflik besar antara Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel'. Sejak akhir Februari 2026, AS dan 'Israel' dilaporkan melancarkan serangan militer terkoordinasi terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur penting negara tersebut.

Media internasional melaporkan konflik tersebut telah berkembang menjadi konfrontasi regional yang melibatkan berbagai kelompok sekutu Iran di Timur Tengah. Serangan balasan dari kelompok milisi pro-Iran juga dilaporkan meningkat terhadap kepentingan AS dan 'Israel' di berbagai wilayah, termasuk Irak dan kawasan Teluk.

Di sisi lain, militer 'Israel' menyatakan operasi militernya terhadap Iran kemungkinan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Pemerintah 'Israel' juga menegaskan kampanye tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer dan jaringan sekutu Iran di kawasan.

Pernyataan Alaudinov menambah dimensi baru dalam konflik yang semakin kompleks. Meski belum ada konfirmasi resmi bahwa Rusia akan mengirim pasukan ke Iran, sejumlah analis menilai pernyataan tokoh militer Chechnya tersebut mencerminkan dukungan politik dan militer dari kelompok pro-Moskow terhadap Teheran. (hanoum/arrahmah.id)