Memuat...

Turun dari Helikopter, Putra Menkeu Israel Disergap di Lebanon Selatan Hingga Terluka Parah

Hanoum
Ahad, 8 Maret 2026 / 19 Ramadan 1447 03:25
Turun dari Helikopter, Putra Menkeu Israel Disergap di Lebanon Selatan Hingga Terluka Parah
Foto ilustrasi. [Foto: APA]

LEBANON (Arrahmah.id) -- Seorang tentara 'Israel' yang merupakan putra Menteri Keuangan 'Israel' Bezalel Smotrich dilaporkan terluka setelah unit pasukan 'Israel' disergap saat operasi militer di Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi ketika pasukan 'Israel' baru saja turun dari helikopter dalam sebuah operasi militer di wilayah yang menjadi garis depan konflik antara 'Israel' dan Hizbullah.

Dilansir The Times of Israel (6/3/2026), unit pasukan Israel Defense Forces (IDF) yang mendarat di wilayah selatan Lebanon langsung diserang oleh milisi Syiah Hizbullah. Dalam serangan itu, beberapa tentara 'Israel' dilaporkan terluka, termasuk putra Smotrich yang bertugas di Brigade Givati, salah satu unit tempur utama militer 'Israel'.

Laporan menyebut milisi Syiah Hizbullah menggunakan kombinasi bahan peledak rakitan (IED) dan rudal anti-tank untuk menyerang konvoi militer 'Israel' setelah pasukan tersebut turun dari helikopter di area operasi. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya delapan tentara 'Israel' terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.

Kementerian Pertahanan 'Israel' mengonfirmasi bahwa putra Menteri Keuangan termasuk di antara tentara yang terluka dalam pertempuran di perbatasan Lebanon. Pihak militer menyatakan para korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan kondisinya kini dilaporkan stabil.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara 'Israel' dan milisi Syiah Hizbullah di Lebanon selatan. Dalam beberapa hari terakhir, militer 'Israel' dilaporkan meningkatkan operasi militer di wilayah perbatasan sebagai bagian dari upaya menekan kekuatan Hizbullah yang didukung Iran.

Konflik di perbatasan 'Israel'–Lebanon juga semakin intensif seiring meluasnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel'. Pertempuran antara 'Israel' dan Hizbullah di wilayah utara 'Israel' serta Lebanon selatan dilaporkan terus terjadi dengan serangan roket, artileri, dan operasi militer di sepanjang garis perbatasan.

Para analis menilai insiden penyergapan terhadap unit pasukan 'Israel' tersebut menunjukkan bahwa wilayah Lebanon selatan masih menjadi medan konflik yang sangat berbahaya bagi pasukan 'Israel', terutama ketika operasi militer dilakukan di daerah yang menjadi basis kuat Hizbullah. (hanoum/arrahmah.id)