Memuat...

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Teluk Usai Serangan Rudal

Hanoum
Ahad, 8 Maret 2026 / 19 Ramadan 1447 03:16
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Teluk Usai Serangan Rudal
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. [Foto: CGTN]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan rudal dan drone yang sebelumnya diluncurkan Teheran ke wilayah mereka. Permintaan maaf itu disampaikan di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel'.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, seperti dilansir Reuters (7/3/2026) Pezeshkian menyatakan penyesalannya atas serangan yang mengenai sejumlah negara tetangga di kawasan Teluk. “Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh tindakan Iran,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran tidak akan lagi menyerang negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.

Permintaan maaf tersebut muncul setelah Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke berbagai target di kawasan, termasuk negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan itu merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terjadi setelah serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Dalam beberapa hari terakhir, sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab ketika sistem pertahanan udara mencoba mencegat rudal dan drone yang datang dari Iran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta memicu kekhawatiran meluasnya perang di Timur Tengah.

Presiden Iran menegaskan bahwa pemerintahnya lebih memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik regional. Ia juga mengatakan bahwa kepemimpinan Iran telah memerintahkan militer untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga selama wilayah mereka tidak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Meski demikian, situasi di kawasan tetap tegang. Beberapa laporan menyebut serangan rudal dan drone Iran masih terjadi di sejumlah wilayah Teluk bahkan setelah pernyataan permintaan maaf tersebut disampaikan, menandakan adanya perbedaan sikap antara kepemimpinan politik Iran dan sebagian unsur militer di lapangan.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel' sendiri telah memasuki minggu kedua dan memicu kekhawatiran bahwa perang dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah. Serangan udara, serangan balasan rudal, serta keterlibatan berbagai kelompok milisi sekutu Iran membuat situasi keamanan regional semakin tidak stabil. (hanoum/arrahmah.id)