Memuat...

80 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Dan Kesehatan Kita?

Oleh PicommIbu Rumah Tangga
Jumat, 22 Agustus 2025 / 29 Safar 1447 16:34
80 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Dan Kesehatan Kita?
Miris, masih Ada Bangunan Sekolah Dasar Darurat di Timor Tengah Utara. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat Besie)

Sudah 8 dekade Indonesia merayakan kemerdekaan, namun sektor pendidikan dan kesehatan berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Mengutip dari media online kompas bahwa keheningan pagi di SD Negeri 084 Amballong, Desa Embonatana, Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pecah saat puluhan pelajar berdatangan, Rabu (13/8/2025). Senyum semringah tampak di wajah-wajah mereka.

Ruang kelas yang digunakan jauh dari ruang-ruang kelas di kota. Lantainya berupa tanah dengan dinding papan. Beberapa bagian dinding mulai rusak. Papan tulis kayu di bagian depan sudah tua. Ada dua bagian yang bolong tepat di tengah.

Media online lainnya, inilah.com juga mengabarkan bahwa publik dibuat miris dengan kasus seorang ibu hamil yang akan melahirkan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Perempuan tersebut terpaksa ditandu warga sejauh 22 kilometer menuju Puskesmas karena akses jalanan yang dilalui rusak parah. Karena lamanya perjalanan ke Puskesmas, akhirnya bayi kembar di dalam kandungan ibu hamil tersebut tak bisa diselamatkan.

Fakta-fakta tersebut menunjukan kepada kita bahwa sektor yang sangat mendasar dan menjadi kebutuhan manusia pun ternyata masih memiliki banyak problem yang harus diselesaikan.

Hal ini tentu sangatlah wajar, mengingat penerapan kapitalisme-sekulerisme yang sudah menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai komoditas. Walhasil, tidak adanya pemerataan dalam kedua sektor tersebut. Ini jugalah yang menjadikan ketimpangan sosial terasa sangat nyata di hadapan kita. Bagaimana fasilitas dan pelayanan antara swasta dan Negeri yang berbeda. Karna kualitas pendidikan dan kesehatan ditentukan oleh kemampuan finansial seseorang.

Berbeda dengan Islam sebagai agama yang sempurna sehingga mampu mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, maka sektor pendidikan dan kesehatan merupakan sesuatu yang harus di penuhi oleh negara.

Negara Islam wajib memberikan fasilitas dan pelayanan pendidikan dan kesehatan secara gratis, merata dan berkualitas terhadap seluruh warganya. Berlandaskan keimanan dan ketakwaan, seorang pemimpin(khalifah) dalam Islam akan bertanggungjawab dan amanah dalam melayani rakyat. Jika khalifah tidak memenuhi pendidikan dan kesehatan rakyat nya, maka ia akan berdosa.

Tentu hal ini akan disokong oleh sektor ekonomi, bagaimana pendapatan negara bukan dari pajak dan hutang, melainkan pemasukan negara berasal dari berbagai pos. Wallahu a'lam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya

kesehatanpendidikan