JAKARTA (Arrahmah.id) - Arab Saudi menempati peringkat ke-22 dari 147 negara dalam World Happiness Report 2026 dengan skor kualitas hidup sebesar 6,817 dari 10.
Laporan tersebut diterbitkan oleh University of Oxford melalui Pusat Penelitian Kesejahteraan, bekerja sama dengan Gallup dan United Nations Sustainable Development Solutions Network. Publikasi ini dirilis setiap tahun bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional.
Berdasarkan laporan tersebut, Arab Saudi berhasil menempati posisi lebih tinggi dibanding sejumlah negara maju dengan ekonomi besar, seperti Amerika Serikat yang berada di peringkat ke-23, Kanada di posisi ke-25, serta Inggris di peringkat ke-29.
Sementara itu, Finlandia kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling bahagia di dunia untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Posisi berikutnya ditempati oleh Islandia dan Denmark.
Penilaian dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah indikator utama, antara lain produk domestik bruto (PDB) per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan dalam mengambil keputusan hidup, tingkat kedermawanan, serta persepsi terhadap korupsi.
Capaian Arab Saudi ini dinilai tidak lepas dari dampak Program Kualitas Hidup yang dijalankan pemerintah sebagai bagian dari transformasi nasional.
Program tersebut menjadikan Laporan Kebahagiaan Dunia sebagai salah satu tolok ukur utama dalam mengukur kesejahteraan masyarakat.
Dalam implementasinya, sektor-sektor kualitas hidup di Arab Saudi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian, dengan sumbangan lebih dari 20,5 miliar dolar AS terhadap PDB.
Selain itu, sektor ini juga berhasil menarik investasi non-pemerintah lebih dari 5,8 miliar dolar AS serta meningkatkan ekspor non-minyak hingga lebih dari 5,6 miliar dolar AS.
Hasil ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat Arab Saudi sekaligus memperkuat posisi negara tersebut dalam peta kesejahteraan global.
(ameera/arrahmah.id)
