Bupati Bandung Dadang Supriatna mendistribusikan cadangan pangan pemerintah (CPP) daerah melalui Dinas Ketahanan dan Perikanan. Pendistribusian tersebut berupa 100 kilogram beras dan 20 liter minyak goreng. Hal ini dilakukan agar masyarakat tercukupi kebutuhan pokoknya, ditengah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. (pikiranrakyat.com, 13 September 2025).
Bapak bupati mengajak semua pejabat dari tingkat camat hingga tingkat RT untuk ikut mendistribusikan CPP agar sampai kepada masyarakat. Hal ini dilakukan setelah munculnya tragedi kematian ibu dan anak di kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.
Peristiwa yang terjadi di kecamatan Banjaran ini hanya sebagian kecil dari peristiwa di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Faktanya bukan hanya masalah tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk makan dan kebutuhan anak, tapi nyatanya banyak yang mendasari korban tersebut mengakhiri hidup dan kedua anaknya. Beberapa hari sebelum korban mengakhiri hidupnya diungkapkan oleh beberapa tetangganya bahwa suami korban tersebut banyak yang mencari karena terkait masalah utang. (Pikiranrakyat, 5 September 2025).
Distribusi cadangan beras dan migor memang patut diapresiasi, namun hal ini belum menyelesaikan masalah sampai ke akarnya.
Perlu dikaji lebih mendalam untuk bisa melakukan program seperti ini. Banyak hal dan faktor yang perlu dibenahi sehingga menjadi program yang manfaat bagi masyarakat luas. Oleh karena itu perlu ditemukan akar masalahnya sehingga ditemukan solusi yang tepat.
Menyelami Akar Masalah
Pendistribusian cadangan beras dan migor ke desa untuk menjaga ketahanan pangan dan antisipasi kerawanan ekonomi warga setelah tragedi Banjaran merupakan aksi reaktif dan sekedar memadamkan bara sesaat. Ibarat pemadam kebakaran. Karena sumber utama permasalahan bukan hanya pada ketiadaan beras ataupun migor, tetapi berjalan berkelindan berbagai persoalan, seperti pinjol, judol yang disebabkan penerapan sistem kapitalisme.
Terkait ketahanan pangan seharusnya yang disiapkan oleh pemerintah adalah lahan dan sarana prasarana pertanian sehingga ketahanan pangan betul-betul terwujud di tengah sulitnya ekonomi masyarakat.
Pemerintah harus benar-benar menggali akar masalah yang banyak dikeluhkan petani. Sehingga petani dapat menghasilkan hasil panen yang bagus. Bukan selalu menyalahkan iklim yang terjadi di Indonesia seperti kemarau panjang, curah hujan, hama wereng dan lain sebagainya. Tetapi banyak petani yang mengelukan harga pupuk mahal dan ketika panen tiba harga padi malah merosot murah. Hal ini perlu perhatian khusus dari pemerintah untuk menunjang sarana dan prasarana pertanian yang mudah dijangkau oleh petani sehingga tercapai cadangan pangan yang stabil di masyarakat. Semua ini yang menyebabkan ketahanan pangan di negeri sendiri tidak teratasi.
Pemerintah selalu memberi solusi impor untuk mencukupi ketahanan pangan masyarakat. Padahal banyak yang harus dibenahi dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan yang ada di Indonesia. Jika ini dikelola dengan benar, maka masyarakat akan jauh lebih sejahtera. Tidak akan ada masyarakat yang tidak makan, bahkan mengalami gizi buruk sekalipun.
Belum masalah infrastruktur di beberapa pelosok desa yang belum kunjung diperbaiki, tentu hal ini juga menghambat roda ekonomi masyarakat. Mereka akan kesulitan menjangkau pasar untuk menjual hasil pertaniannya. Pemerintah masih abai dengan hal seperti ini padahal semua akan berjalan lancar jika pemerintah mampu mengatasi hambatan yang dikeluhkan masyarakat saat ini.
Lagi-lagi masyarakat lah yang menjadi korban atas ketidakmatangan sebuah program yang dilakukan oleh pemerintah. Karena program yang diterapkan oleh sistem kapitalis rawan berjalan dengan semestinya, terkadang justru akan menjadi celah para oknum untuk melakukan kecurangan dan penyelewengan wewenang dalam penyelenggaraanya.
Dari permasalahan yang terjadi di atas menimbulkan banyak pertanyaan apakah masalah ini akan bisa di selesaikan oleh pemerintah dan tidak lagi abai dengan keluhan petani dimana mereka ini adalah penunjang utama untuk mencukupi ketahanan pangan untuk masyarakat.
Semua ini tentu akan terselesaikan jika berada dalam sistem pemerintahan yang tepat dan mampu menjawab persoalan dan kegelisahan ditengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Masyarkat butuh sistem yang melindungi kesejahteraan, menaungi dari problematika yang terjadi ditengah masyarkat.
Solusi Islam
Dalam sistem pemerintahan Islam, pemerintah wajib melindungi kesejateraan masyarakat. Hal ini pernah dicontohkan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Ia adalah pemimpin yang adil, bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya. Bahkan ketika masa kepimpinannya dilanda kekeringan yang panjang dan terjadi kelaparan. Beliau menjumpai seorang ibu yang sedang memasak batu untuk anak-anaknya yang sedang kelaparan, hati beliau terasa pilu sehingga beliau langsung membawakan sekarung gandum untuk diberikan kepada ibu tersebut.
Semua hal di atas, hanya contoh kecil masalah yang dapat dituntaskan oleh sistem pemerintahan Islam. Sistem yang mengendapankan, menaungi, melindungi rakyatnya secara adil dan bijaksana. Tentu semua akan terjamin kelangsungan hidup masyarakat jika sistem Islam diterapkan secara keseluruhan.
Wallahua'lam bis shawab
