Viral, pemulung asal Majalaya terekam sedang memasak ayam temuan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Setelah melakukan penelusuran, dinas sosial akhirnya menemukan identitas mereka, yaitu keluarga Mimin Hasanudin yang tinggal di kampung Pasir Luhur dan memiliki 3 anak.
Memakan sisa makanan yang kadaluarsa bagi mereka merupakan hal yang lumrah dilakukan. Karena keterbatasan ekonomi, membuat pemenuhan kebutuhan pun serba terbatas, seperti makanan dan rumah. Adanya program rumah layak huni dari pemerintah bagi mereka belum bisa terlaksana, akibat tidak adanya bangunan rumah. Ini pun menuai perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akhirnya memberikan bantuan uang tunai. (visi.news, 17/7/25)
Kebutuhan pangan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh setiap individu masyarakat. Sebab, jika tidak dapat dipenuhi akan berimbas kepada kesehatan tubuhnya. Maka dari itu, masyarakat senantiasa mengupayakan diri memperoleh rupiah agar mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namun, dengan keadaan ekonomi saat ini yang sangat sulit, membuat tak semua masyarakat mampu untuk bisa memenuhi kebutuhannya setiap hari. Seperti para pemulung, pengamen, dan pekerja lainnya.
Bahkan, jika tidak ada rupiah yang didapat mereka rela untuk menahan laparnya atau pun memakan sisa makanan dari orang lain tanpa merasa jijik. Sebab, sebegitu pentingnya pemenuhan urusan perut yang harus senantiasa diisi dengan makanan. Namun, ada pula yang tak segan-segan melakukan tindak kriminal dalam memenuhinya, kasus ini sudah banyak sekali terjadi.
Hal tersebut terjadi akibat sulitnya lapangan pekerjaan bagi para kepala keluarga dan mahalnya harga sembako. Sehingga menimbulkan tingkat kemiskinan masyarakat yang tinggi. Tak hanya itu, faktor lainnya adalah pemerintah tidak maksimal dalam mengelola sumber daya alam, padahal Indonesia merupakan negara dengan banyak pulau dan berlimpah sumber daya. Jika dapat dikelola dengan benar akan meringankan masyarakat dalam membeli bahan pokok karena harga yang jauh lebih murah. Dan faktor terakhir, sistem negara yang rusak.
Kondisi masyarakat tersebut merupakan hasil dari rusaknya sistem atau aturan negara yang saat ini terapkan, yaitu kapitalisme. Sebab, dalam keadaan seperti ini masyarakat sulit memenuhi kebutuhannya akibat sulit mencari nafkah dan permasalahan lainnya yang cukup serius dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Penguasa kapitalis dalam mengatur urusan publik lebih pro pada segelintir orang seperti para pengusaha yang memiliki modal. Akhirnya, terjadi ketimpangan ekonomi, sosial, dan lainnya di tengah masyarakat. Untuk bisa menanggulangi hal ini, tak cukup hanya dengan diberikannya bantuan, akan tetapi perlu adanya perubahan yang bersifat sistemik.
Berbeda halnya dengan sistem Islam yang sudah jelas aturannya. Datang dari sumber yang sahih, dari zat pemilik hukum yakni Allah Swt. Allah Swt melalui syariat yang dibawa Rasulullah saw telah memberikan solusi dan arah pandang pada seorang pemimpin, pejabat, dan masyarakat agar tidak menyimpang. Sebagai pemimpin ia dituntut selalu melakukan upaya terbaiknya dalam melayani dan mengurus rakyatnya. Dengan cara memberikan kesempatan kerja bagi para lelaki, memenuhi kebutuhan dasarnya dan menjamin kesejahteraan, keamanan dari setiap individu rakyat.
Kesejahteraan yang di dapatkan dari pemimpin adalah hak rakyat begitu pula pemenuhan primer serta adanya jaminan lapangan pekerjaan. Pemenuhan tersebut didapat dari pengelolaan harta semisal pengelolaan SDA, ghanimah, khumus, usyr, kharaj, dan zakat.
Salah satu contohnya adalah masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra. Beliau sering blusukan di tengah gulita. Dalam satu perjalanannya, tidak sengaja Umar mendengar keluh kesah salah satu keluarga yang kelaparan. Mendengar hal itu, Khalifah Umar langsung memberikan kebutuhan yang diangkutnya dari Baitulmal lalu memasaknya sendiri untuk mereka dan setelahnya ia memohon ampun kepada Allah atas kelalaiannya.
Umar adalah salah satu Pemimpin Islam yang amanah ketika melaksanakan tugasnya mengurus umat. Sebab, sangat pedih siksaan yang akan diberikan oleh Allah Swt. terhadap pemimpin yang zalim pada rakyatnya yang membuat mereka kelaparan. Maka dari itu, sistem yang sahih ini harus diperjuangkan supaya hadir di tengah umat dan memberikan keadilan serta kesejahteraan.
Wallahu a'lam bis shawwab
