Kasus kelaparan merupakan hal yang sangat mengerikan dan menyakitkan, seperti yang terjadi pada warga Gaza, membiarkan mereka kelaparan seolah bukan manusia, yang tak layak hidup di dunia.
Kelaparan yang terjadi bukan karena bencana alam, akan tetapi merupakan unsur kesengajaan, bahkan membuat warga Gaza kelaparan tampak sebagai salah satu cara genosida baru yang diluncurkan oleh Zionis.
Mengutip dari CNBC Indonesia (23/7/2025), banyak anak-anak Gaza yang meninggal dunia, hingga mencapai ribuan akibat kurangnya gizi, yang membuat rasa lapar menjadi lemahnya badan mereka sampai maut menjemput.
2 juta warga Gaza yang terjebak dalam blokade merasakan kelaparan hebat, Israel memberlakukan blokade secara total pada 2 Maret 2025, bantuan yang diperbolehkan hanya dalam jumlah yang nyaris simbolik saja.
Hening tapi pasti, kelaparan menjadi bom waktu yang mematikan, sementara di luar Gaza lebih dari 6000 truk yang dipenuhi dengan bantuan, baik makanan, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya, akan tetapi antrian bantuan telah berubah menjadi barisan kematian.
Dari fakta di atas menjadikan kelaparan sebagai alat untuk menghancurkan Gaza, merupakan hal yang tidak manusiawi. Semakin jelas kekejaman yang dilakukan Zionis, tak mempan hanya dengan retorika dan bantuan kemanusiaan saja, apalagi Zionis yang senantiasa di bela oleh Amerika Serikat, dengan veto yang berupa hak dan kekuasaan dalam menjaga anak emasnya.
PBB yang memiliki peranan penting baik dalam hal perdamaian, kerjasama, keamanan, yang juga memiliki peran dalam penguatan kualitas hidup masyarakat dunia, telah mandul secara nyata.
Banyaknya umat Islam hanya sekedar angka, kebanyakan dari mereka sudah termakan oleh propaganda barat, yang sejatinya hanyalah ilusi yang ditanamkan oleh para penguasa yang berkhianat, sehingga pasukan umat, para ulama dan rakyat pun menjadi lemah dan menyerah.
Padahal umat memiliki kekuatan luar biasa yang bersumber dari akidah yang kokoh. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa umat Islam memiliki kekuatan besar yang mampu menjadikan khilafah sebagai negara adidaya.
Allah Swt berfirman dalam surat An-Nur 24: Ayat 55:
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
Ayat di atas dapat menjadi salah satu motivasi untuk para jamaah dakwah ideologis, agar terus memimpin umat dalam mengembalikan kemuliaan Islam dengan sempurna, dalam bingkai khilafah. Kebangkitan pemikiran umat juga harus senantiasa dilakukan, sehingga akan terwujud perjuangan dengan mengikuti thoriqoh dakwah Rasullullah Saw.
Para pengemban dakwah harus meningkatkan keterampilan dalam berinteraksi dengan umat, dengan cara menggugah perasaan, pemikiran, serta meningkatkan keyakinan, dan keistimewaan berada di jalan dakwah yang di tempuh Rasulullah, selain itu para pengemban dakwah harus terus mendekatkan diri pada Allah swt dengan penuh keyakinan, sehingga menjadi hamba yang layak berada di barisan kebenaran, dan menjadi bagian dari tentara-tentara Allah swt dalam mewujudkan kemenangan.
Para penjajah semakin berani mencengkram umat ini, sudah saatnya kita sadar secara total bahwa berharap pada dunia internasional maupun para pemimpin yang abai hanyalah khayalan semata.
Wallahua'lam bis shawab
