Memuat...

Turki Bantah Minta MI6 Lindungi Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa

Hanoum
Sabtu, 7 Maret 2026 / 18 Ramadan 1447 07:14
Turki Bantah Minta MI6 Lindungi Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa
Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa. [Foto: Anadolu Agency]

ANKARA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Turki membantah laporan yang menyebut badan intelijennya meminta bantuan badan intelijen Inggris, MI6, untuk meningkatkan perlindungan bagi Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa. Ankara menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya.

Pusat Penanggulangan Disinformasi Turki menyatakan bahwa laporan yang menyebut Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) meminta MI6 melindungi asy-Syaraa tidak sesuai dengan kenyataan.

“Tidak benar bahwa MIT meminta MI6 memberikan perlindungan kepada presiden Suriah atau meminta mereka mengambil peran tersebut,” demikian pernyataan resmi otoritas Turki seperti dilaporkan TRT World (7/3/2026).

Sebelumnya, laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa badan intelijen Turki diduga meminta Inggris meningkatkan peran dalam melindungi asy Syaraa setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap pemimpin Suriah tersebut. Laporan Reuters (6/3), yang mengutip lima sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, penyatakan bahwa permintaan itu muncul setelah beberapa rencana pembunuhan terhadap asy Syaraa yang diduga terkait jaringan kelompok militan Islamic State (ISIS).

Menurut laporan tersebut, asy Syaraa dianggap sebagai tokoh penting dalam menjaga stabilitas Suriah pasca jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad. Sejumlah negara Barat dan sekutu regional menilai stabilitas kepemimpinan di Damaskus penting untuk mencegah negara itu kembali terjerumus ke dalam konflik berkepanjangan.

Namun setelah laporan tersebut beredar, pemerintah Turki dengan tegas membantah adanya permintaan resmi kepada MI6. Ankara menyatakan bahwa meskipun MIT bekerja sama dengan berbagai badan intelijen internasional dalam memerangi terorisme, tidak ada permintaan khusus terkait perlindungan presiden Suriah.

Isu keamanan terhadap asy Syaraa memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kelompok ISIS dilaporkan kembali memperkuat aktivitasnya di beberapa wilayah Suriah dan bahkan menyebut asy Syaraa sebagai salah satu target utama mereka, seiring upaya kelompok tersebut untuk kembali memperluas pengaruhnya di kawasan.

Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas politik dan keamanan di Suriah masih rapuh meskipun perubahan kepemimpinan telah terjadi. Ketegangan regional, ancaman kelompok ekstremis, serta dinamika hubungan intelijen antarnegara masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi keamanan pemimpin Suriah dan masa depan stabilitas negara tersebut. (hanoum/arrahmah.id)